Wartainsumsel.id | PALI, – Suasana kecewa menyelimuti warga tidak mampu di,Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Sebanyak 183 sak beras bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui Perum Bulog, yang seharusnya menjadi harapan hidup bagi 61 Kepala Keluarga (KK) warga miskin, tiba-tiba harus terputus dan dikembalikan informasi yang di himpun media pada minggu 04/10/2026
” bantuan yang sudah di depan mata itu, entah kenapa harus balik lagi. Padahal beras itu sangat ditunggu oleh perut-perut yang lapar.
“Kami ini wong susah Pak. Beras itu lah yang kami tunggu-tunggu untuk makan. Sudah datang malah disuruh balik lagi 183 karung itu. Kami dak tau salah apa,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa,
Sebanyak 61 warga penerima manfaat yang sudah terdata sebagai warga tidak mampu, kini hanya bisa gigit jari. Mereka mempertanyakan, ada apa dengan 183 karung beras tersebut
Jika dibagi, setiap warga seharusnya menerima 3 sak/karung beras. Jumlah yang sangat berarti untuk menyambung hidup di tengah himpitan ekonomi.
“Masyarakat kecil seperti kami ini sangat butuh bantuan itu. Tolonglah jangan dipersulit. Kami cuma minta hak kami sebagai warga miskin,” sambung warga lain dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, mengapa bantuan yang menjadi program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat miskin ini harus terputus dan 183 karung beras harus dikembalikan.
Warga berharap Pemerintah Desa Air Itam Timur, Pemerintah Kecamatan Penukal, Dinas Ketahanan Pangan PALI, dan Perum Bulog dapat memberikan penjelasan yang transparan dan tidak menyakiti hati rakyat kecil.
“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Menangis Karena Beras
Bantuan CPP ini adalah wujud kehadiran negara untuk rakyatnya. Ketika 183 sak beras harus balik tanpa alasan jelas, yang terluka adalah hati 61 warga miskin yang sudah menaruh harapan kami
Len










