Menu

Mode Gelap
Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan Dan Tindak Tegas Oknum SPMB Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Anggota DPR RI Rahmawati Zainal Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sekatak Buji Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Nasional · 9 Jun 2026 12:10 WIB ·

Diduga Akibat Kelalaian Penanganan, Pasien Puskesmas Labuan Disorot Relawan Kesehatan Sosial Masyarakat (RKSM)


 Diduga Akibat Kelalaian Penanganan, Pasien Puskesmas Labuan Disorot Relawan Kesehatan Sosial Masyarakat (RKSM) Perbesar

Pandeglang — Seorang remaja berinisial RP (22), warga Kampung Nelayan II RT/RW 001/011, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, diduga menjadi korban kelalaian penanganan medis di Puskesmas Labuan. Akibatnya, luka di tangan kanan RP mengalami infeksi karena diduga masih terdapat serpihan kaca di dalamnya.

Peristiwa tersebut disampaikan oleh orang tua RP, Gofur (nama samaran). Ia mengaku mendapat telepon dari saudaranya pada 7 April 2026 yang mengabarkan bahwa anaknya mengalami luka di tangan kanan akibat memukul kaca di rumah. Saat itu, RP disebut sudah dibawa ke Puskesmas Labuan dan mendapat penanganan di ruang UGD.

“Waktu itu saudara saya menelepon dan memberitahu bahwa anak saya mengalami kecelakaan akibat memukul kaca di rumah. Namun katanya sudah dibawa ke Puskesmas Labuan dan ditangani di UGD,” ungkap Gofur.

Setelah satu minggu, RP kembali menjalani kontrol ke Puskesmas Labuan untuk membuka jahitan. Namun usai jahitan dibuka, luka di tangannya masih terasa sakit. Gofur mengaku tidak mengetahui secara pasti tindakan medis yang dilakukan terhadap anaknya saat penanganan awal karena dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian.

“Saya tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh perawat itu karena saya tidak ada di Puskesmas saat berobat,” katanya.

Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian membawa RP ke salah satu rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan rontgen. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyebut masih terdapat serpihan kaca di dalam tangan RP yang diduga menjadi penyebab infeksi.

“Waduh Pak, ini masih ada serpihan kaca di dalam tangannya bekas jahitan dan harus ditindak lagi,” ujar salah satu dokter yang memeriksa RP.

Mendengar hasil pemeriksaan itu, orang tua RP mengaku kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Labuan yang dinilai kurang maksimal dalam menangani pasien.

“Saya kecewa dengan pelayanan Puskesmas Labuan. Bukannya sembuh, malah jadi infeksi,” ujarnya.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Ketua Relawan Kesehatan Sosial Masyarakat (RKSM), Dede, mendampingi pasien mendatangi Puskesmas Labuan pada Senin, 8 Juni 2026, guna meminta penjelasan terkait dugaan masih adanya serpihan kaca di tangan RP.

“Saya sudah mempertanyakan persoalan ini kepada salah satu perawat di Puskesmas Labuan. Jawabannya, karena luka akibat kaca kemungkinan memang masih ada serpihan dan seharusnya dilakukan rontgen terlebih dahulu. Namun sayangnya di Puskesmas tidak tersedia alat rontgen,” ujar Dede.

(Irgi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Markus Mansnembra Nahkodai Golkar Biak, Serukan Kerja Nyata

9 June 2026 - 15:14 WIB

Trending di Nasional