Menu

Mode Gelap
Kapolrestabes Palembang dan SCW Sumsel Perkuat Sinergi Bersama Aktivis dan Insan Pers, Teguhkan Komitmen Jaga Kamtibmas Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Uncategorized · 29 Jun 2026 21:41 WIB ·

Ciptakan Generasi Sehat, Mahasiswa PBL FKM UNSRI Edukasi CTPS Lewat Program “Pahlawan Tangan Bersih”


 Ciptakan Generasi Sehat, Mahasiswa PBL FKM UNSRI Edukasi CTPS Lewat Program “Pahlawan Tangan Bersih” Perbesar

Wartainsumsel.id | Ogan Ilir – Upaya menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya diwujudkan oleh Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 28 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang menggelar program “Pahlawan Tangan Bersih” di SD Muhammadiyah 29 Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir.

Program yang menyasar siswa-siswi kelas II sekolah dasar ini bertujuan membentuk kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Elisa Vidi, mahasiswi semester VII Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang tengah menjalani Praktik Belajar Lapangan (PBL), program “Pahlawan Tangan Bersih” lahir dari kepedulian terhadap pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih sejak usia sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak sehingga pesan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung konsep belajar sambil bermain, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, manfaat CTPS dalam mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit, serta waktu-waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda yang kotor.

Suasana pembelajaran dibuat semakin menarik melalui lagu cuci tangan yang dipadukan dengan gerakan enam langkah mencuci tangan yang benar. Metode tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang tampak antusias mengikuti setiap gerakan sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif yang menguji pengetahuan siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menjawab pertanyaan, mengikuti tantangan, hingga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Mahasiswa juga memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan dengan baik.

Puncak kegiatan ditandai dengan praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Mahasiswa mendampingi setiap siswa agar seluruh tahapan CTPS dilakukan secara benar, mulai dari membasahi tangan, menggosok seluruh permukaan tangan menggunakan sabun, membilas, hingga mengeringkan tangan sesuai prosedur.

Menurut Elisa Vidi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingginya antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan mencuci tangan yang terus diterapkan di rumah maupun di sekolah. Ia berharap anak-anak yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi agen perubahan kecil yang menularkan perilaku hidup bersih kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.

Melalui program “Pahlawan Tangan Bersih”, Mahasiswa PBL Kelompok 28 FKM UNSRI menunjukkan bahwa promosi kesehatan dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Diharapkan, kebiasaan sederhana mencuci tangan menggunakan sabun mampu menjadi fondasi terbentuknya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati

7 Agustus 2026 - 19:04 WIB

JAMSAKI Desak Kejagung Awasi Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Rp56 Miliar di Palembang

7 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Dosen Fisika UNSRI Kembangkan Instalasi Pengolahan Air Layak Minum di SMP Negeri 2 Pemulutan Barat

7 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Dosen Universitas Sriwijaya Latih Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara Mengembangkan Buku Saku Digital Interaktif untuk Mewujudkan Zero Bullying Zone

7 Agustus 2026 - 15:05 WIB

SIRA dan PST Kembali Laporkan Kasidik Ke Komisi Kejaksaan RI, Soroti Penanganan Kasus Irigasi Air Lemutu

7 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Katim Wasev TMMD Ke-129 Tinjau Hasil Pembangunan Sumur Bor di Lokasi TMMD Kodim 0418/Palembang

7 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Trending di Uncategorized