Menu ✖

Mode Gelap
Kapolrestabes Palembang dan SCW Sumsel Perkuat Sinergi Bersama Aktivis dan Insan Pers, Teguhkan Komitmen Jaga Kamtibmas Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Uncategorized · 14 Jul 2026 19:20 WIB ·

Minimnya Pengalaman Praktik Jadi PR Besar SMK di Sumsel, Oktafiansyah: Perlu Inovasi dan Kunjungan Industri


 Minimnya Pengalaman Praktik Jadi PR Besar SMK di Sumsel, Oktafiansyah: Perlu Inovasi dan Kunjungan Industri Perbesar

Wartainsumsel.id | Palembang, – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan, M. Oktafiansyah, ST., MM., menyoroti masih minimnya pengalaman kerja lulusan SMK di Sumsel. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu penyebab lulusan SMK belum sepenuhnya siap diserap dunia industri.

“Masalah utama SMK kita saat ini adalah gap (Jarak) antara materi di kelas dengan kebutuhan di lapangan. Anak-anak kita lulus dengan teori, tapi minim jam terbang dan pengalaman praktik di industri,” ujar Oktafiansyah saat ditemui di DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (14/07/2026).

Dorong Inovasi Dinas Pendidikan Sumsel

Untuk menjawab persoalan itu, Oktafiansyah mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera menghadirkan inovasi baru. Salah satunya dengan memperkuat program link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri atau DUDI.

“Kurikulum harus dinamis. Dinas Pendidikan perlu berinovasi agar SMK tidak hanya jadi tempat belajar, tapi juga tempat mencetak tenaga kerja yang siap pakai,” tegasnya.

Perkuat Kunjungan Industri Saat Sekolah

Oktafiansyah juga menekankan pentingnya program kunjungan industri yang rutin dilakukan saat siswa masih duduk di bangku sekolah.

“Kunjungan industri jangan hanya seremonial. Harus ada follow up berupa praktik kerja lapangan, magang, dan sertifikasi kompetensi yang harus lebih intensif lagi. Dengan begitu siswa kenal budaya kerja, alat, dan standar industri sejak dini,” jelasnya.

Menurutnya, dengan seringnya siswa turun langsung ke pabrik dan perusahaan, mental dan keterampilan mereka akan lebih terasah sebelum lulus.

Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri Lewat Kemigran
Selain pasar dalam negeri, Oktafiansyah mendorong SMK di Sumsel juga menyiapkan lulusannya untuk bekerja di luar negeri.

Ia memberikan saran kerja sama antara Dinas Pendidikan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kerja sama dengan Kementerian Migran ini peluang bagus. Banyak negara butuh tenaga terampil dari SMK seperti perhotelan, otomotif, las, dan perawat. Tapi kita harus pastikan mereka berangkat secara legal, aman, dan punya kompetensi, dan hal seperti ini pun sudah dilakukan diluar Sumatera Selatan contohnya Jawa dan Kalimantan”, kata Oktafiansyah.

Ia berharap ke depan SMK di Sumsel tidak hanya jadi pencetak lulusan, tapi juga jembatan menuju pekerjaan yang layak, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kalau SMK kita kuat, pengangguran di Sumsel bisa kita tekan. Itu tugas kita bersama antara DPRD, Dinas Pendidikan, dan industri,” tutupnya.(Irfan)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

POSPERA Sumsel Dukung Kapolda Baru Sikat Oligarki Karhutla, Ultimatum Kepala Daerah Gugat Ganti Rugi, dan Desak Prabowo Tata Ulang HGU !

10 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Ketua DPP LSM Penjara Sumsel pertanyakan izin AMDAL Rumah makan bebek Nusantara

10 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Rutan Kelas I Palembang Ikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Sumatera Selatan

10 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Kabut Asap Kembali Melanda Palembang – Semutgatal: Jangan Biarkan Harapan Kita Tertutup Asap!

10 Oktober 2026 - 14:47 WIB

RD-PS Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Palembang, Diikuti 24 Tim Pelajar

10 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Dugaan Setoran Dana BOK 33 Puskesmas OKI Mencuat, Inspektorat dan DPRD Disorot karena Bungkam

9 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Trending di Uncategorized