Menu

Mode Gelap
Kapolrestabes Palembang dan SCW Sumsel Perkuat Sinergi Bersama Aktivis dan Insan Pers, Teguhkan Komitmen Jaga Kamtibmas Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Uncategorized · 17 Jul 2026 15:14 WIB ·

AKSUJAR Gelar Demo di Kejagung RI, Desak Kejagung RI Usut Tuntas Dugaan KKN Program Cetak Sawah Rp371 Miliar di OKU Timur


 AKSUJAR Gelar Demo di Kejagung RI, Desak Kejagung RI Usut Tuntas Dugaan KKN Program Cetak Sawah Rp371 Miliar di OKU Timur Perbesar

Wartainsumsel.id | Jakarta – Organisasi Aktivis Sumsel di Jakarta (AKSUJAR) menggelar aksi demonstrasi sekaligus menyampaikan laporan resmi ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) terkait dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Jum’at (17/07/26).

Aksi tersebut dikoordinatori oleh M. Taufik Hanafiah sebagai koordinator aksi dan Medi Kusmadi sebagai koordinator lapangan.
AKSUJAR menilai terdapat dugaan penyimpangan anggaran dan penyalahgunaan kewenangan dalam realisasi program perluasan lahan melalui Cetak Sawah Rakyat tahun anggaran 2025 yang memiliki target seluas 10.600 hektare dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp371 miliar yang bersumber dari APBN.

Menurut AKSUJAR, dugaan penyimpangan tersebut berkaitan dengan sejumlah paket pekerjaan, di antaranya jasa konsultan pengawas konstruksi serta pekerjaan konstruksi cetak sawah yang tersebar di beberapa lokasi di Kabupaten OKU Timur.

Dalam keterangannya, AKSUJAR menyebut dugaan permasalahan ditemukan di sejumlah desa, seperti Desa Maju Belitang III, Desa Anyar Kecamatan BP Bangsa Raja, Desa Mangulak Kecamatan Madang Suku I, Desa Buay Pemuka Bangsa Raja, Desa Margo Mulyo Belitang II, Desa Rasuan Kecamatan Madang Suku I, serta beberapa desa lainnya yang menjadi lokasi program.
Berdasarkan temuan dan informasi yang dihimpun, AKSUJAR menduga telah terjadi penyimpangan penggunaan anggaran yang mengarah pada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaan program tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih merupakan klaim dari pihak AKSUJAR dan belum mendapatkan tanggapan maupun pembuktian melalui proses hukum.

Melalui aksi, AKSUJAR menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejaksaan Agung RI. Mereka meminta agar Kejagung segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran Program Cetak Sawah Rakyat di OKU Timur.
Selain itu, AKSUJAR juga mendesak agar aparat penegak hukum memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program, termasuk Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, PA/KPA, PPK, PPTK, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Tidak hanya itu, organisasi tersebut meminta Kejagung membentuk tim khusus guna mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKSUJAR menegaskan akan terus mengawal persoalan ini melalui laporan maupun aksi demonstrasi sampai adanya kejelasan proses hukum atas dugaan penyimpangan yang mereka laporkan.

Selanjutnya massa aksi di terima oleh, Herman yang mewakili Kejagung RI serta massa aksi masukan laporannya ke bagian Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat Kejagung RI.

Dan,”setelah melakukan Aksi di Kejagung RI, kami akan melakukan aksi Demonstrasi di Kementerian Pertanian Ri, terkait persoalan tersebut,”pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati

7 Agustus 2026 - 19:04 WIB

JAMSAKI Desak Kejagung Awasi Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Rp56 Miliar di Palembang

7 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Dosen Fisika UNSRI Kembangkan Instalasi Pengolahan Air Layak Minum di SMP Negeri 2 Pemulutan Barat

7 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Dosen Universitas Sriwijaya Latih Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara Mengembangkan Buku Saku Digital Interaktif untuk Mewujudkan Zero Bullying Zone

7 Agustus 2026 - 15:05 WIB

SIRA dan PST Kembali Laporkan Kasidik Ke Komisi Kejaksaan RI, Soroti Penanganan Kasus Irigasi Air Lemutu

7 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Katim Wasev TMMD Ke-129 Tinjau Hasil Pembangunan Sumur Bor di Lokasi TMMD Kodim 0418/Palembang

7 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Trending di Uncategorized