Jakarta, Wartainsumsel.id – Pergantian Menteri Keuangan di tengah dinamika pasar keuangan nasional dinilai bukan sekadar persoalan pergantian figur, melainkan sinyal penting terkait arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) melalui Komisi Ekonomi dan Pembangunan Daerah menilai, langkah tersebut merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga kesinambungan kebijakan fiskal sekaligus memastikan program prioritas nasional tetap berada dalam kerangka pengelolaan APBN yang sehat dan kredibel.
Wakil Ketua Komisi Ekonomi dan Pembangunan Daerah PB HMI MPO, Rifaldo Deska Putra, menyebut rekam jejak dan pengalaman panjang Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan menjadi modal utama.
“Pelaksanaan program prioritas nasional tentu membutuhkan APBN yang kredibel dan sehat. Dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, kami berharap Prof. Suahasil mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Rifaldo, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, disiplin fiskal tidak hanya diperlukan untuk menjaga stabilitas APBN dalam jangka pendek, tetapi juga untuk memastikan pemerintah memiliki ruang fiskal yang memadai dalam menghadapi kebutuhan pembangunan dan berbagai risiko ekonomi di masa mendatang.
Perhatian pasar terhadap pergantian ini juga tercermin dari pergerakan pasar modal. Pada perdagangan Senin (14/9/2026), IHSG sempat mengalami tekanan hingga 2,6 persen sebelum memangkas penurunannya. IHSG berhasil memulihkan sekitar 2,42 persen dari titik terendah intraday dan ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69.
Rifaldo menilai, volatilitas tersebut menunjukkan kepastian sosok dan arah kebijakan Menteri Keuangan menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Namun pemulihan itu belum bisa dimaknai sebagai konfirmasi penuh atas meningkatnya kepercayaan pasar.
“Pemulihan IHSG setelah pengumuman Menteri Keuangan baru menunjukkan bahwa kepastian kebijakan memiliki arti penting bagi pasar. Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mempertahankan sentimen positif dalam jangka pendek, melainkan membuktikan bahwa pengelolaan fiskal Indonesia memiliki arah yang jelas, konsisten, dan dapat dipercaya dalam jangka panjang,” beber Rifaldo.
Lebih lanjut, PB HMI MPO menekankan tantangan utama Menteri Keuangan bukan hanya menjaga defisit dan kesehatan APBN, tetapi juga meningkatkan kualitas belanja negara. Besarnya anggaran tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
“APBN tidak cukup hanya sehat secara fiskal, tetapi juga harus produktif. Kualitas belanja perlu menjadi perhatian utama agar setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal, meningkatkan produktivitas, dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tutup Rifaldo Deska Putra.










