Wartainsumsel.id | Palembang, – Kondisi Kualitas Udara yang ada di wilayah kota Palembang berdasarkan pantauan aplikasi pemantauan kualitas udara seperti IQAir, angka indeks pencemaran di beberapa titik di Palembang sempat menembus angka di atas 1.000 (level berbahaya) pada dini hari tadi demikian di ungkapkan ketua umum DPP LSM Aliansi pemantau kinerja pejabat dan Aparat hukum Indonesia LSM AP2HI Sumsel Alex pandawa limaSabtu 3 Oktober 2036 di sekretariat nya di jalan brigjend.HM.Dhani Effendi komplek Ilir Barat permai Palembang.di Wilayah pemantauan seperti Sukarami, Demang, Musi II, dan kawasan sekitar simpang lima DPRD Sumsel mencatatkan konsentrasi polutan yang sangat tinggi dan membuat warga mengalami sesak napas ujar Alex dengan nada agak sedikit kesal. Alex mengkritisi Lamban nya langkah pencegahan yang di lakukan oleh pihak pemerintah dalam hal ini pemprov Sumsel melalui dinas terkait yang menjadi Penyebab Kabut Asap terjadi ucapnya

Asap tebal yang mengepung kota Palembang merupakan kiriman dari sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten tetangga, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) jadi pihak pemerintah jangan berdiam diri kasihan masyarakat yang terdampak ucap pria yang merupakan aktivis yang selalu berada di garda terdepan dalam hal menyikapi kinerja pejabat dan Aparat hukum Indonesia LSM AP2HI.
Arah angin yang bertiup ke arah barat laut membawa partikel asap dari lahan yang terbakar di OKI (seperti di daerah Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, dan Sungai Bungin) masuk ke wilayah Kota Palembang ungkap alex.
Sementara itu pihak pemerintah kota Palembang memberikan hImbauan untuk Warga nya agar senantiasa waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah dan jangan lupa menggunakan masker jika keluar rumah demi menjaga pernapasan kesehatan ujar ratu dewa
Walikota juga menambah. Bahas Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita riwayat penyakit asma atau gangguan pernapasan diminta untuk ekstra berhati-hati karena akibat dampak buruk kabut asap yang merupakan kiriman dari kabupaten tetangga dan juga adanya peristiwa kebakaran lahan di beberapa tempat seperti sematang borang gandus bahkan seputaran Musi dua kertapati jadi pak walikota meminta dengan sangat agar warga Palembang selalu berhati hati akibat peristiwa kabut asap yang sampai saat ini masih belum tuntas padahal pihak nya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan upaya bersama dengan pihak pemerintah provinsi Sumsel guna memusnahkan kabut asap ini pungkas nya ( Mang nov 74)










