Menu ✖

Mode Gelap
Kapolrestabes Palembang dan SCW Sumsel Perkuat Sinergi Bersama Aktivis dan Insan Pers, Teguhkan Komitmen Jaga Kamtibmas Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Uncategorized · 5 Okt 2026 08:49 WIB ·

ANAK-ANAK DISURUH SEKOLAH DI TENGAH UDARA BURUK!LASKAR SUMSEL: DINAS PENDIDIKAN JANGAN JADI PENONTON!


 ANAK-ANAK DISURUH SEKOLAH DI TENGAH UDARA BURUK!LASKAR SUMSEL: DINAS PENDIDIKAN JANGAN JADI PENONTON! Perbesar

Wartainsumsel.id | Palembang, — Lembaga Advokasi Sakerja Rakyat Sumatera Selatan (LASKAR SUMSEL) menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam lemahnya respons Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang dalam menghadapi kondisi udara yang semakin mengkhawatirkan.

Di saat masyarakat mulai merasakan dampak buruk kondisi udara dan kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan, anak-anak justru masih diminta datang ke sekolah seperti kondisi normal.

LASKAR SUMSEL mempertanyakan keras kebijakan tersebut.
Apakah pemerintah tidak melihat kondisi udara yang sedang dihadapi masyarakat? Apakah keselamatan anak didik hanya menjadi urusan sekolah dan orang tua?

Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah banyak anak mengalami gangguan kesehatan.

INI BUKAN LAGI SOAL ABSENSI. INI SOAL KESELAMATAN ANAK!

LASKAR SUMSEL menilai Dinas Pendidikan tidak boleh bersikap seolah-olah persoalan ini tidak ada. Ketika kondisi lingkungan berubah dan berpotensi mengganggu kesehatan, kebijakan pendidikan juga harus mampu beradaptasi.
Jangan memaksakan anak-anak berada di sekolah hanya demi mengejar kehadiran, sementara risiko kesehatan mereka diabaikan.

Kalau memang kondisi udara belum membahayakan, sampaikan data dan penjelasannya secara terbuka kepada masyarakat.

Namun apabila berdasarkan data resmi kualitas udara sudah berada pada kondisi yang berisiko, maka pemerintah wajib mengambil langkah perlindungan.

LASKAR SUMSEL juga mempertanyakan:
Di mana kepekaan Dinas Pendidikan? Di mana koordinasi dengan Dinas Kesehatan? Di mana kebijakan perlindungan terhadap peserta didik?

Jangan sampai masyarakat melihat pemerintah hanya sibuk dengan administrasi, sementara persoalan kesehatan anak dibiarkan.

JANGAN TUNGGU KORBAN!

LASKAR SUMSEL mengingatkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang:
Jangan menunggu ada anak yang sesak napas, ISPA, atau harus mendapatkan perawatan baru kemudian kebijakan dibuat.

Pencegahan harus dilakukan sebelum korban berjatuhan, bukan setelah persoalan menjadi besar.

Pendidikan memang penting. Tetapi tidak ada satu pun target pendidikan yang lebih berharga daripada keselamatan anak.

LASKAR SUMSEL mendesak:

1. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang segera mengevaluasi kebijakan kehadiran siswa di tengah kondisi udara yang memburuk.

2. Jangan memaksakan pembelajaran tatap muka apabila berdasarkan data resmi kondisi lingkungan memang berisiko bagi kesehatan peserta didik.

3. Segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menentukan langkah perlindungan anak-anak sekolah.

4. Setiap sekolah wajib memiliki langkah antisipasi yang jelas apabila kondisi udara memburuk.

5. Dinas Pendidikan harus memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai dasar kebijakan tetap mewajibkan peserta didik hadir di sekolah.

6. Kepala sekolah harus diberikan ruang untuk mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan peserta didik, bukan sekadar mengejar angka kehadiran.

LASKAR SUMSEL menegaskan bahwa diamnya pemerintah dalam situasi seperti ini bukanlah solusi.
Kalau memang kondisi belum mengharuskan adanya perubahan kebijakan, tunjukkan datanya kepada publik.

Tetapi kalau kondisi memang sudah mengkhawatirkan, jangan pura-pura tidak melihat.

ANAK-ANAK BUKAN ANGKA ABSENSI.
Mereka adalah generasi penerus yang wajib dilindungi.

LASKAR SUMSEL meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang jangan menjadi penonton ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan kesehatan dan kualitas udara.

BERTINDAK SEKARANG, SEBELUM TERLAMBAT!

LASKAR SUMSEL
Lembaga Advokasi Sakerja Rakyat Sumatera Selatan

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Dipimpin Kades Budiman, Warga Lubuk Tampui PALI Bentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) Cegah Karhutla

7 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Kemuning Bungkam Sako pada Turnamen walikota Palembang Cup.2026

7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Satgas Karhutla Kodim 0418/Palembang Patroli di Sematang Borang, Pastikan Nihil Titik Api

7 Oktober 2026 - 13:39 WIB

K-MAKI Soroti Dugaan Alih Fungsi RTH Perumahan Griya Purnawirawan ASRI, Bangunan Beton Disebut Tidak Sesuai Site Plan

7 Oktober 2026 - 13:07 WIB

65 Tahun FKIP Unsri: Perkuat Integritas, Pacu Inovasi, dan Perluas Reputasi Global

7 Oktober 2026 - 12:41 WIB

HAMASS Soroti Pembangunan Gedung Kejari Lahat Pakai APBD, Desak Kejati Sumsel Turun Tangan

7 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Trending di Uncategorized