Menu

Mode Gelap
Kapolrestabes Palembang dan SCW Sumsel Perkuat Sinergi Bersama Aktivis dan Insan Pers, Teguhkan Komitmen Jaga Kamtibmas Opini Publik: Mengupas Pembangunan Badan Antariksa Di Biak Numfor, Harapan Dan Tantangan Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport Buruh dan Mahasiswa di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Uncategorized · 1 Jul 2026 20:35 WIB ·

Andreas OP Siap Memfasilitasi Pedagang Angkringan Kamboja Berdialog Bersama Pemkot Palembang


 Andreas OP Siap Memfasilitasi Pedagang Angkringan Kamboja Berdialog Bersama Pemkot Palembang Perbesar

Wartainsumsel.id | Palembang,  – Rencana penataan wilayah Jalan Mayor Santoso, kawasan Angkringan Kamboja, memicu polemik. Di tengah wacana penertiban, DPRD Kota Palembang mendesak pemerintah mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan mencari solusi terbaik bersama para pedagang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro, S.E., Ak., S.H, menegaskan persoalan ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

“Ini bukan soal benar dan salah. Tapi soal kemanusiaan. Ada puluhan pedagang angkringan yang hidupnya bergantung di Kamboja,” ujar Andreas, Selasa (01/07/2026).

Nasib Pedagang Angkringan di Ujung Tanduk

Angkringan Kamboja sudah puluhan tahun menjadi ikon kuliner malam dan ruang ekonomi rakyat Palembang. Ribuan warga, mulai pedagang kecil hingga pekerja informal, menggantungkan nafkah di kawasan tersebut.

“Kita tidak menolak penataan. Tapi harus ada kepastian. Jangan sampai pedagang kehilangan tempat usaha tanpa ada solusi pengganti,,karena pada faktanya selain pedagang hampir seluruh warga yang ada dilingkungan tersebut merupakan petugas pemakaman ” tegas Andreas.

Agus, 35 Tahun: Penggali Kubur Sekaligus Pedagang Kamboja

Suara dari lapangan datang dari Agus, warga yang sudah 35 tahun menjadi penggali kubur di TPU Kamboja. Selain itu, Agus juga berjualan di kawasan angkringan untuk menyambung hidup.

“Selain jadi penggali kubur, saya juga dagang di Kamboja. Itu dapur kami sekeluarga. Kalau angkringan dibubarkan, kami mau makan apa?” kata Agus lirih.

Kontribusi PAD dan Penjaga Stabilitas Keamanan

Andreas menyorot dua poin penting. Pertama, aktivitas ekonomi di Kamboja selama ini bisa menjadi salah satu sumber PAD Kota Palembang dari retribusi dan pajak usaha kecil.

Kedua, keberadaan angkringan yang ramai hingga larut malam disebut ikut menjaga stabilitas keamanan.

“Dulu daerah ini rawan tindak kriminal. Setelah ramai angkringan 24 jam, justru jadi lebih aman karena ada aktivitas warga terus-menerus. Ini dampak sosial yang tidak boleh diabaikan,” jelasnya.

Andreas Siap Memfasilitasi Pertemuan, Cari Solusi Terbaik

Untuk meredam polemik, Andreas akan segera memfasilitasi pertemuan antara pedagang dengan Pemerintah Kota Palembang.

“Kita duduk bersama. Dengarkan pedagang, dengarkan pemerintah. Tujuannya satu: mencari solusi terbaik.Ditata dengan tertib, tapi tetap manusiawi dan tidak mematikan ekonomi rakyat kecil,” pungkas Andreas Okdi Priantoro Komisi lll DPRD Kota Palembang Dari Fraksi PDI Perjuangan.(*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Pelayanan Publik Modern, Polda Sumsel Mulai Bangun Gedung BPKB Prototype di Kertapati

7 Agustus 2026 - 19:04 WIB

JAMSAKI Desak Kejagung Awasi Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Rp56 Miliar di Palembang

7 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Dosen Fisika UNSRI Kembangkan Instalasi Pengolahan Air Layak Minum di SMP Negeri 2 Pemulutan Barat

7 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Dosen Universitas Sriwijaya Latih Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara Mengembangkan Buku Saku Digital Interaktif untuk Mewujudkan Zero Bullying Zone

7 Agustus 2026 - 15:05 WIB

SIRA dan PST Kembali Laporkan Kasidik Ke Komisi Kejaksaan RI, Soroti Penanganan Kasus Irigasi Air Lemutu

7 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Katim Wasev TMMD Ke-129 Tinjau Hasil Pembangunan Sumur Bor di Lokasi TMMD Kodim 0418/Palembang

7 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Trending di Uncategorized