Wartainsumsel.com | PALEMBANG — Musyawarah Nasional (MUNAS) II Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) menetapkan M. Asri Lambo sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERPEKINDO untuk periode kepengurusan mendatang.
Penetapan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi petani kelapa nasional dalam memperkuat konsolidasi kelembagaan serta memperjuangkan kepentingan petani kelapa di berbagai daerah Indonesia.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum, M. Asri Lambo menyampaikan komitmennya untuk membawa PERPEKINDO menjadi organisasi yang semakin kuat, modern, dan mampu menjadi wadah perjuangan petani kelapa.
“PERPEKINDO harus hadir di tengah-tengah petani. Kita akan memperkuat organisasi dari pusat sampai daerah dan memastikan suara petani kelapa menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan perkebunan kelapa nasional,” ujar Asri Lambo.
Menurut Asri, sektor kelapa memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah sentra produksi kelapa. Karena itu, penguatan kelembagaan petani menjadi salah satu agenda utama kepengurusan DPN PERPEKINDO.
Ia juga menegaskan pentingnya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional, peningkatan nilai tambah produk kelapa, akses pasar, perbaikan tata niaga, serta perlindungan terhadap petani dari berbagai persoalan yang dapat menekan kesejahteraan mereka.
Target Konsolidasi Nasional
Di bawah kepemimpinannya, Asri Lambo menargetkan PERPEKINDO dapat memperluas konsolidasi organisasi hingga sentra-sentra perkebunan kelapa di seluruh Indonesia.
Dengan basis petani kelapa yang sangat besar di berbagai provinsi, PERPEKINDO diharapkan mampu menjadi wadah bersama untuk memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam pengembangan industri kelapa.
“Kita tidak ingin petani hanya menjadi penonton dalam hilirisasi industri kelapa. Petani harus menjadi bagian dari rantai nilai dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari komoditas kelapa,” kata Asri.
Dorong Kelapa Menjadi Komoditas Strategis
Asri juga menekankan perlunya membangun ekosistem perkelapaan nasional yang terintegrasi, mulai dari perkebunan, peningkatan produktivitas, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk turunan kelapa.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kelapa bernilai tambah, sehingga dibutuhkan sinergi antara petani, pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, akademisi, serta dunia usaha.
“Kita ingin membangun PERPEKINDO sebagai rumah besar petani kelapa Indonesia. Bersatu, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kesejahteraan petani dan bersama-sama menyongsong hilirisasi industri kelapa nasional,” tegasnya.
MUNAS II PERPEKINDO yang digelar di Palembang–Banyuasin, Sumatera Selatan, 23–24 September 2026, menjadi tonggak baru bagi perjalanan organisasi dalam memperkuat gerakan petani kelapa di tingkat nasional.
M. Asri Lambo kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum DPN PERPEKINDO, dengan agenda utama memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan kepengurusan, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani kelapa Indonesia.(*)










