Wartainsumsel.id | Palembang, – Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Dipimpin langsung oleh Ketua PAC M. Toyib, bersama jajaran pengurus dan pengurus ranting kelurahan, mereka melakukan kunjungan sekaligus meninjau lokasi rumah keluarga besar Pemuda Pancasila yang menjadi korban kebakaran.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di kawasan RT 18, RW 02, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Kedatangan jajaran PAC Pemuda Pancasila ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian organisasi terhadap keluarga yang tengah mengalami musibah. Para pengurus melihat secara langsung kondisi lokasi serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ilir Timur II, M. Toyib, menyampaikan bahwa musibah kebakaran yang dialami keluarga besar Pemuda Pancasila menjadi perhatian bersama.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi keluarga kita yang terkena musibah. Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemuda Pancasila. Kami berharap keluarga yang terkena musibah diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar M. Toyib
.
Menurutnya, Pemuda Pancasila tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika ada anggota maupun keluarga besar yang sedang menghadapi musibah.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader untuk terus menjaga rasa kebersamaan serta saling membantu.
“Semoga dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila, beban saudara kita yang terkena musibah dapat sedikit diringankan,” tambahnya.
Kegiatan peninjauan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kehadiran jajaran PAC bersama pengurus ranting menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan gotong royong tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga besar Pemuda Pancasila.
Pemuda Pancasila Ilir Timur II hadir, peduli, dan bergerak bersama untuk membantu keluarga yang membutuhkan.(wa’addal)










